Candi Kotes

Berdasarkan namanya tentu saja pembaca mengira Candi ini terdapat pada desa Kotes yang merupakan desa tetangga dari desa Sukosewu, namun itu merupakan sebuah kesalahan. Nama Kotes tersebut diambil berdasarkan sejarah dari candi tersebut, konon pada jaman dahulu pada daerah sekitar candi tersebut terdapat sebuah kolam yang berisi banyak ikan gabus, anak ikan gabus tersebut biasa disebut Kotesan, oleh karena itu muncullah sebuah nama yaitu Kotes
Candi yang berdiri sejak tahun 1302 Masehi tersebut merupakan aset yang berharga dari desa Sukosewu itu sendiri, memiliki sebuah candi yang indah. Candi ini masih merupakan saudara dari Candi Penataran, candi yang terletak di kecamatan Nglegok, Blitar, yang lebih terkenal. Namun, walau lebih terkenal Candi Penataran, Candi Kotes ternyata lebih tua dari Candi Penataran, yaitu sekitar 8 tahun lebih tua.
Tempat ini layak untuk dikunjungi para pecinta sejarah Indonesia, tempat ini menurut penulis justru lebih Indah dibanding Candi Penataran. Namun Candi ini terletak diantara rumah warga, dan letak candi lebih rendah dari permukaan tanah. Jadi ketika hujan turun, maka air menggenangi sekitar bangunan candi ini. Namun, beberapa kekurangan tersebut tidak akan mengurangi dari keindahan Candi Kotes ini

Urung Urung, Outbond terselubung

Sebuah tempat yang terletak cukup jauh dari pusat pemerintahan desa Sukosewu. Namun, walaupun terletak jauh dari pusat keramaian, tidak dapat dipungkiri bahwa tempat ini sangat indah. Menurut warga sekitar, tempat ini sebenarnya bisa digunakan untuk Outbond, dengan tambahan beberapa fasilitas, tempat ini juga berpotensi sebagai tempat wisata bagi desa Sukosewu.
Urung urung ini mempunyai hawa yang sejuk, terdapat pula sumber mata air yang jernih, konon sejarahnya sumber mata air ini mampu mengaliri seluruh desa Sukosewu itu sendiri. selain terdapat mata air, terdapat pula sebuah kolam yang menampung sebagian air dari sumber air tersebut.
Pada tempat ini, setahun sekali diadakan sebuah peringatan untuk berterimakasih pada leluhur disini, bisa berupa sebuah pertunjukan yang dilakukan warga sekitar. Dengan kondisi yang seperti itu, tempat ini selalu dibersihkan kembali menjelang hari Jumat Legi.